Perdebatan Mengenai Pembangunan Mesjid Ground Zero Semakin Memanas

Menentang kekuatan rakyat (peoples power), itulah yang kini dilakukan oleh pihak yang merencanakan sebuah mega masjid di sekitar bekas reruntuhan menara kembar World Trade Center(WTC). Pihak pengelola yang dipimpin oleh Imam Masjid Faisal Rauf ini bersikeras mengatakan bahwa rencana mereka tersebut merupakan realisasi dari hak konstitusi kebebasan dalam beragama dan oleh karena itu mereka tidak akan mundur meskipun ditentang oleh banyak pihak. Akan tetapi mereka tidak sadar bahwa hak konstitusi tersebut adalah untuk memenuhi aspirasi rakyat, yang berasal dari rakya sehingga apabila pemenuhannya ditentang oleh masyrakat itu sendiri atas alasan yang logis maka hak konstitusi tersebut harus sesuai dengan kehendak masyrakat, sebab berdasarkan survei dari badan survei non-profit, Gallup Poll, hampir 73% masyarakat Amerika menolak pembangunan mega masjid yang terletak hanya dua blok dari lokasi tragedi 11 september silam.


Seperti yang diketahui bahwa banyak pihak yang menentang rencana pembangunan masjid besar yang sering disebut dengan Cordoba House ini. Partai Republikan adalah salah satu pihak yang sangat getol mengecam pembangunan rumah ibadat yang dirasakan mereka tidak memiliki rasa sensitivitas terhadap keluarga-keluarga korban tragedi 11 september tersebut. Mereka beralasan hak konstitusi kebebasan beragama jangan dijadikan alasan agar para ektemist membangun mesjid kemenangan diatas kuburan para orang Amerika yang tidak bersalah. Bahkan diantara tokoh partai Republikan menyarankan agar proyek mega masjid tersebut dipindahkan dan jangan terlalu dekat dengan ground zero yang terletak di Manhattan rendah tersebut. Gubernur New York, David Patterson sendiri telah mengajak pihak pengembang masjid untuk berunding serta membicarakan kemungkinan pindahnya lokasi pembangunan masjid, akan tetapi sekali lagi pihak pengembang yang dipimpin oleh suami istri Daisy Khan dan imam Masjid Faisal Rauf enggan untuk menerima saran damai tersebut serta bersikeras takkan pernah mundur walaupun sebagian besar masyrakat New York menolak rencana pembangunan masjid tersebut.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh badan survei non profit, Gallup Poll, hampir 63% masyarakat New York menolak pembangunan mega masjid dan sebanyak 27 persen mendukungnnya. Dukungan besar masyrakat New York ini dijadikan lahan untuk mendapatkan simpati oleh Partai Republikan yang sangat jelas menetang keras pembangunan masjid tersebut. Para tokoh tersohor dari Partai Republikan seperti Sarah Palin dan Newt Gringritch tak henti-hentinya mengecam Presiden Barack Obama karena mendukung pembangunan mega masjid yang menggantikan gedung Burlington Coat Factory. Sebelumnya Presiden terpilih dari Partai Demokrat, Barack Hussein Obama mengeluarkan komentar yang kontroversial berkenaan rencana pembangunan mesjid tersebut, Obama mengatakan bahwa prinsip kebebasan beragama di Amerika takkan pernah tergoyahkan. Selanjutnya dia berkata prinsip kebebesan beragama yang terdapat dalam konstitusi Amerika harus dihormati dan oleh karena itu setiap muslim di Amerika mempunyai hak untuk membangun mesjid dimanapun di Amerika termasuk di areal bekas tragedi 11 september yang merenggut korban hampir 3000 orang tak berdosa. Sontak setelah Obama mengeluarkan peryataannya tersebut kubu dari Partai Republikan segera menyerang Obama dan mengatakan bahwa sebenarnya di adalah seorang muslim yang berencana untuk menghancurkan Amerika dari dalam layaknya cerita hancurnya Kerajaan Manchuria. Bukan hanya Partai Republikan yang tidak senang dengan pernyataan Obama, Partai Demokrat yang jadi pelindung Obama pun kecewa dengan pernyataan Obama yang dinilai terlalu bersifat politik. Tak pelak lagi Pemimpin Partai Demokrat yang juga calon kadidat potensial untuk maju pada pemilihan presiden 2012, Harry Reid mengungkapkan perasaan kecewanya kepada Obama dan menyarankan agar rencana pembangunan masjid tersebut harus dipindahkan untuk menjaga perasaan para keluarga korban tragedi 11 september yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai.

Penolakan-penolakan akan pembangunan mesjid tersebut tidak hanya datang dari masyarakat New York dan Partai Republikan, Miss USA 2010 Rima Fakih pun ikut ambil bicara menolak pembangunan mesjid yang biayanya masih dipertanyakan tersebut. Fakih, 24 tahun mengatakan bahwa ia sangat setuju dengan pendapat presiden Obama tentang hak konstitusi tentang kebebasan beragama, tetapi wanita yang mewakili negara bagian Michigan ini berpendapat pembangunan mesjid tersebut tidak seharusnya dekat sekali dengan tragedi 11 september.” Saya rasa kita harus lebih prihatin terhadap tragedi dari pada agama” ungkapnya. Rima menambahkan bahwa ada baiknya jika mesjid tersebut dipindahkan untuk menjaga perasaan para keluarga korban tragedi 11 spetember tersebut. Pendapat dari Miss USA yang baru saja mengikuti ajang Miss Universe 2010 di Las Vegas kemarin ini tentu saja sangat menarik karena seperti yang diketahui Rima Fakih adalah seorang wanita muslim yang berasal dari Lebanon. Rima dan keluarganya menjadi immigran dan mendapatkan kewarganegaran Amerika pada tahun 1990-an. Rima sendiri sekarang tinggal di kawasan Dearborn,Suburbs Detroit yaitu sebuah kota yang banyak dihuni oleh para Immigran yang berasal dari kawasan Timur Tengah. Berdasarkan situs wikipedia kota ini dipenuhi oleh immigran asal Arab sebanyak 33% dari seluruh total penghuninya. Sebagian besar dari mereka beragama Islam dan Kristen. Orang Arab yang pertama menjadi immigarn di kota ini diyakini adalah orang Kristen Lebanon yang bekerja untuk perusahaan otomotif Ford, dimana Henry Ford sang pendirinya juga berasal dari Dearborn.

Pembangunan Mega Mesjid semakin memanas dan menjadi perdebatan politik di Amerika. Partai Demokrat menjadi pihak yang dirugikan akibat pernyataan Obama yang kontroversial mendukung pembangunan tersebut. Menurut data Gallup para pendukung Partai Demokrat semakin menurun dan diperkirakan bakal kehilangan dominasinya di Kongres. Hal ini tentu saja akan berdampak besar pada pemilihan presiden 2012 dimana partai Demokrat telah kehilangan euphoria seperti yang didapatkan mereka pada pemilihan sebelumnya. Obama sendiri menjadi tokoh utama penyebab jatuhnya dukungan terhadap partai Demokrat ini. Keputusan-keputusan yang kontroversial serta janji-janji kosongnya sering menjadi bahan perdebatan di seantaro negeri. Obama sendiri kerap tidak menanggapinya dan malah lebih banyak mengikuti acara-acara socialita seperti acara pesta di gedung putih dan menjadi bintang tamu acara talkshow the view. perilakunya ini langsung menjadi perbincangan keras dari partainya sendiri, Obama dinilai tidak mempunyai jiwa seorang pemimpin.

Meskipun rencana pembangunan mesjid ini masih bahan perdebatan akan tetapi Yang perlu dipahami disini adalah bahwa sebenarnya rencana pembangunan tempat ibadah yang terletak 2 blok dari Ground Zero tersebut bukanlah sebuah mesjid, melainkan sebuah gedung pusat kebudayaan islam(Islamic Center) yang rencananya akan terdiri atas Kolam Renang, Rumah Makan, Perpustakaan, serta ruang sholat untuk umat islam yang berada di Kawasan Manhattan. Gedung ini juga direncanakan akan menjadi tempat pemutaran festival film dan juga menyediakan ruang untuk mengenang tragedi 11 september. Daisy Khan, pemimpin proyek mengatakan di sangat kecewa dengan adanya perdebatan ini dan tidak menyangkan bahwa hal ini telah mejadi hal yang sangat kontroversial. Bahkan Khan sendiri mengatakan dia tidak berani untuk membaca koran dan melihat TV tentang apa yang dikatakan orang terhadap dirinya. “saya sangat merasa ketakutan, tapi saya tidak akan mundur sebab banyak yang dipertaruhkan disini” ungkapnya. Sementara itu suaminya Imama Masji Faisal Rouf enggan berkomentar tentang pembangunan mesjid tersebut, ia kini masih dalam perjalan 15 hari kunjungan ke beberapa negara arab yang di didanai oleh pemerintah Amerika Serikat. Meskipun tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk mempererat hubungan dunia Islam dengan Amerika, banyak pihak yang curiga bahwa Imam Faisal berusaha untuk menggalang dana untuk pembangunan masjid dari dunia arab. Hal ini semakin meruncingkan suasana yang panas tersebut, dampaknya hampir setiap bulan selalu ada demontrasi besar-besaran menolak pembangunan mega mesjid tersebut di Manhattan. Banyak para ahli berpendapat isu ini akan menjadi hal yang akan menentukan pemilihan presiden 2010, apabila Presiden Obama terus berbuat kesalahan tak pelak lagi dia harus bersiap-siap untuk didepak dari singgasananya di Gedung Putih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: